SD

Kurikulum SD Tara Salvia berpijak kepada kurikulum nasional yang dipadukan dengan beberapa kurikulum internasional yang relevan untuk pengembangan kemampuan siswa-siswinya.

Kurikulum tersebut memberi kesempatan lebih luas kepada siswa/i untuk bisa belajar seutuhnya, yaitu mempraktekkan konsep (teori) secara langsung ke dalam implementasi melalui berbagai kegiatan eksplorasi.

Dengan demikian mereka diharapkan dapat mengembangkan potensi diri secara masksimal serta menemukan jati diri masing-masing di tengah masyarakat, siap menghadapi era globalisasi dan menjadi warga dunia.

 

Program Akademik

Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Bahasa merupakan alat komunikasi bagi siswa, oleh sebab itu pelajaran diberikan dengan memberikan banyak kegiatan menulis dan berbicara setiap hari. Pelajaran ini merupakan pelajaran praktis, yang tidak berbicara pada tataran tata bahasa saja.

Bahasa Inggris diberikan tanpa diterjemahkan, guru sedapat mungkin mengajak siswa untuk aktif berbicara dimulai dengan percakapan sederhana, misalnya : sit down, sit nicely, how are you today? dan seterusnya.

Pelajaran bahasa Inggris diberikan pula dalam variasi yang berbeda, misalnya : bernyanyi, memasak sederhana, yang kemudian disebut dengan cookery. Kegiatan ini dapat berupa : membuat teh manis, membuat air jeruk, dan sebagainya. Melalui kegiatan cookery, anak dapat mempelajari banyak kosa kata tanpa harus diterjemahkan karena dapat melihat langsung bendanya.

Membaca dapat dilakukan dengan adanya kegiatan membaca senyap setiap hari. Kegiatan ini dilakukan lima belas menit saja. Seluruh anak memilih buku yang ada di dalam kelas dan membacanya, kemudian mencatatnya di lembar kertas catatan buku yang sudah disiapkan oleh guru. Karena kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari, maka guru haruslah rajin mencatatnya setiap hari, dan dikumpulkan setiap minggu sehingga terdata dengan baik. Ide kegiatan ini adalah agar siswa mencintai buku. Kumpulan buku yang dibaca dapat disimpan untuk data siswa kelak yang dapat disampaikan kepada orang tua dengan menyimpan data aslinya di sekolah.

Kegiatan mencintai buku dapat dilakukan dalam dua bahasa, oleh sebab itu sebaiknya buku cerita yang ada disediakan dalam dua bahasa, ada yang berbahasa Indonesia atau pun berbahasa Inggris.

Buku yang ada disimpan di dalam kelas dan dikumpulkan di pojok baca atau dapat disebut pula dengan perpustakaan kelas. Isi dari pojok baca ini dapat berjumlah 30 buku yang dipinjam dari perpustakaan sekolah dan dikembalikan seminggu sekali untuk diputar sehingga anak menemukan buku-buku yang tidak sama setiap minggunya. Petugas perpustakaan sekolah mencatat buku yang dipinjam oleh guru kelas untuk menghindari kehilangan.

 

Program Membaca

Program ini merupakan bagian dari reading comprehension yang dilakukan secara berkala yaitu satu minggu sekali. Reading circle diberikan dalam bahasa Inggris yang akan melatih siswa untuk memahami bacaan secara bertahap.

Mulai semester dua di awal tahun ajaran semua siswa secara berkelompok memperoleh kegiatan yang sama dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Buku-buku yang dipergunakan untuk kegiatan ini merupakan buku yang sangat mudah, menggunakan kata kata berulang dan memiliki gambar yang banyak.

Reading circle memiliki tiga macam kegiatan yang secara bergantian siswa mendapatkan kegiatannya selama 20 – 25 menit untuk setiap station. Berbagai kegiatan untuk masing – masing station bertujuan agar siswa memiliki pengalaman belajar yang berbeda.

Station

Kegiatan

Free reading Siswa diberi kesempatan untuk membaca buku yang diambil dari perpustakaan kelasnya. Mereka memiliki kebebasan untuk membaca buku yang disukainya. Buku yang dibaca ditulis judulnya untuk data perpustakaan sekolah.
Reading with task Siswa diberikan buku bacaan sederhana kemudian mengisi kata kata kosong dalam kalimat dengan memilih kata yang ada. Hal ini ditujukan untuk melatih pemahaman anak terhadap bacaan sederhana dan menambah kosa kata.Untuk siswa yang telah memiliki kemampuan bahasa Inggris bagus, guru memberikan buku dengan bacaan kosong dan siswa mengisi bacaannya dengan melihat gambar. Kegiatan ini didahului dengan membaca buku tersebut berulang ulang untuk beberapa kali pertemuan.
Guided reading Siswa bersama guru membaca buku. Guru memperhatikan pengucapan, ejaan yang dibaca kemudian mengajukan pertanyaan langsung dari halaman yang dibaca. Kegiatan ini dapat divariasikan dengan membaca kartu yang berisi kata-kata kunci atau membuat kalimat dengan kata-kata yang ada di kartu. Semua kata-kata diambil dari buku yang dibaca.

 

Matematika

Jumlah jam untuk pelajaran ini cukup banyak dalam satu minggunya. Hal ini disebabkan karena matematika adalah mata pelajaran yang perlu diulang-ulang terus setiap hari, perlu pembiasaan dan latihan.

Matematika yang diberikan sebaiknya bersifat kontekstual, artinya disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan anak belajar mata pelajaran ini karena memang mereka membutuhkannya untuk kesehariannya. Guru diharapkan agar selalu menghubungkan antara apa yang dibutuhkan siswa dengan kurikulum yang ada.

Matematika diberikan bukan menitik beratkan kepada penghafalan rumus, namun anak didik haruslah diberikan kesempatan untuk praktek langsung dan mencari jawaban sendiri.

 

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Mata pelajaran ini diintegrasikan dengan kewarganegaraan, budaya dan kesenian daerah. Siswa diajak untuk mencintai daerahnya, negara dan adat istiadat sekitar serta memahami budaya lainnya yang ada di Indonesia.

Namun perlu diberikan pula wawasan bidaya asing dengan memilih kebutuhan yang ada, misalnya : Malaysia. Mengapa negara ini perlu dipelajari siswa, karena memang negara ini dekat dengan negara kita. Kemudian anak dapat belajar budaya Jepang karena mereka memiliki semangat berkembang dan berjuang yang sangat menarik.

 

Ilmu Pengetahuan Alam (sains)

Siswa diberikan banyak praktek, bereksplorasi dengan menggunakan sumber alam yang ada di lingkungan sekolah. Penelitian ilmiah sederhana yang diikuti dengan kegiatan observasi dan laporan sangatlah penting dalam pelajaran ini.

Guru tidak diharapkan berbicara di depan kelas dalam mengenalkan konsep. Anak dibiarkan mencari sendiri pemahaman konsep dengan memberikan kegiatan-kegiatan yang menarik.

 

Agama

Pendidikan agama sangatlah penting bagi siswa, bertujuan agar mereka dapat memiliki kemampuan untuk melaksanakan kehidupan beragamanya dengan baik. Untuk mereka yang beragama Islam, pendidikan agama dapat diberikan melalui dua hal, yaitu : Iqra dan pendidikan agama lainnya, misalnya hal-hal yang bersifat pengetahuan.

Pelajaran ini dibagi dalam 2 hari, pertama untuk Iqra, setiap anak diminta untuk membawa Iqra atau Al quran, mereka diajarkan membaca Al Quran yang baik, diberikan dengan pemahaman bahwa Al Quran adalah tuntunan yang harus dipahami, bukan hanya dihafalkan.

Pelajaran agama yang bersifat pengetahuan haruslah dilandasi semangat kasih sayang dan saling mencintai mahluk ciptaam karena mereka harus memberikan toleransi kepada yang bukan seagamanya.

Untuk mereka yang non muslim, pelajaran agama juga dibagi dua bagian, ritual dan pengetahuan. Pada saat dzuhur, siswa sholat bersama, sedangkan yang non muslim dapat bertemu dengan guru agamanya masing-masing dengan kegiatannya.

 

Musik

Pelajaran musik tidak ditekankan pada teori namun disatukan dengan pelajaran ketrampilan lainnya seperti melukis atau menggambar. Musik dapat membantu anak untuk lebih sensitif, sangat baik untuk mengembangkan kemampuan otak anak sehingga dapat berkembang dengan baik. Musik dapat pula melatih kepkaan dan mengembangkan kecerdasan musikal mereka.

Pelajaran ini diberikan dengan praktek langsung, meminta mereka memahami lagu yang diberikan, baik lagu-lagu dari luar negeri maupun lagu daerah, harus bermain alat musik, sangat baik apabila diperkenalkan alat musik daerah.

Pelajaran musik memicu anak untuk memiliki apresisi seni. Musik dapat diintegrasikan dengan budaya.

 

Art / Seni

Diberikan oleh guru kelas, atau apabila memiliki guru khusus, memang sangat ideal. Pada saat pelajaran ini diberikan, siswa langsung praktek, misalnya melukis dengan bereksplorasi warna, membatik sederhana dengan berbagai teknik, meronce, mencetak atau teknik lainnya.

 

Komputer

Pelajaran ini tidak harus menyiapkan sejumlah komputer dengan melihat jumlah siswa. Pelajaran ini dapat diintegrasikan dengan pelajaran lainnya, misalnya : pada saat membuat laporan.

Anak diberikan perkenalan dini terhadap teknologi ini misalnya dengan mengajarkan keyboarding, spacing, menyalakan dan mematikan. Games yang tidak berhubungan dengan pelajaran tidak direkomendasikan. Komputer diberikan kepada siswa sebagai alat pendukung pelajaran yang ada.

 

Olah Raga

Diberikan praktek langsung, bukan teori. Siswa harus mengikuti kegiatan ini. Olah raga memberikan kesempatan kepada siswa untuk langsung bermain, bekerjasama, melatih keseimbangan, kecepatan, daya tahan dan sportifitas.

Olah raga untuk siswa kelas satu dan dua masih bersifat permainan, belum dipusatkan kepada kecepatan atau pun untuk melatih daya tahan. Latihan kerjasama dan sportifitas sangatlah ditekankan agar siswa terlatih memiliki sifat sportifitas sejak dini. Pelajaran ini diberikan oleh guru khusus.

 

Assembly

Kegiatan yang diberikan seminggu sekali ini merupakan ajang untuk melatih percaya diri siswa karena secara bergantian, setiap kelas (dengan mengajak seluruh siswanya ) tampil di depan teman-temannya dari kelas lain untuk bernyanyi, menari atau apa saja yang layak ditampilkan. Ajang ini hanya berlangsung 30 menit, dengan pembagian sebagai berikut : pertunjukan hanya 15 menit paling lama, kemudian kepala sekolah atau guru yang ditunjuk mengumumkan hal-hal penting atau memberikan wejangan kepada anak-anak yang memang ditujukan untuk membahas hal-hal yang sedang menjadi masalah di minggu itu. Acara ini dihadiri oleh seluruh guru dan kepala sekolah.

 

Muatan Lokal

Pemahaman budaya yang meliputi pemahaman perbedaan budaya-budaya di Indonesia seperti lagu daerah, cerita rakyat, kehidupan masyarakat atau pun makanan serta pakaian merupakan sumber belajar siswa. Banyak nilai-nilai yang dipelajari siswa dari kehidupan rakyat. Tarian tradisional pun tidak menutrup kemungkinan untuk dipelajari.

Budaya-budaya di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dipelajari secara bertahap, saling bergantian. Misalnya satu semester siswa belajar tentang budaya betawi dan sunda. Mereka akan belajar berbagai hal. Setiap bahasan tentang suatu budaya akan diakhiri dengan diadakannya puncak acara yang disebut sebagai hari budaya. Satu hari tersebut siswa belajar tuntas tentang budaya yang sedang dipelajarinya setelah sekian lama belajar secara bertahap tentang budaya tersebut. Pada hari spesial ini siswa menggunakan pakaian atau apa saja yang berhubungan dengan budaya yang dipelajari.

Selain budaya daerah, sekolah pun memperkenalkan budaya asing seperti jepang, Malaysia atau dari negara lainnya. Belajar budaya yang berbeda diharapkan dapat membuat siswa lebih toleran dan memahami perbedaan.

Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing dipelajari dengan tujuan menyiapkan anak untuk siap menyongsong era globalisasi. Pembiasaan sejak awal bagaimana berkomunikasi diharapkan dapat membantu mereka mempraktekkan dan mengembangkan kemampuannya.

Budaya daerah diberikan secara integrasi dengan IPS dan diberikan langsung oleh guru kelas. Sedangkan bahasa Inggris diberikan oleh guru spesialis.

 

Pengembangan Diri

Program ini diberikan melalui kegiatan ekstra kurikuler yang diselenggarakan setelah siswa selesai belajar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dalam satu minggu dan memakan waktu 70 menit.

Berbagai jenis kegiatan diberikan kepada siswa untuk dipilih setiap satu semester sekali, misalnya : iqra, tari tradisional, bahasa inggris, musik, memasak, dsb. Laporan setiap semester diberikan kepada orang tua secara tertulis. Sebelum dimulai kegiatan, guru ekstra kurikuler memberikan program selama satu semester kepada orang tua.

Pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler berada di bawah pengawasan seorang koordinator yang ditunjuk dan berada di bawah tanggung jawab kepala sekolah.